Ingkung Pak Budi

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someonePin on PinterestPrint this page

Ini satu hutang tulisan yang saya janjikan ke Om Herda yang punya ayam ingkung Pak Budi.
Marketing Gimmick dari Ayam ingkung kuliner tradisional Pak Budi adalah “Roso Hotel Rego Ndeso (Rasa Hotel Harga Desa)”.

20160716_131008

Sepertinya Pajangan merupakan salah satu pusat kuliner ingkung. Begitu mulai masuk ke wilayah Pajangan selepas dari Selarong, di kiri kanan jalan ada petunjuk arah, ingkung , ayam ingkung, kuliner ingkung, dengan merk masing-masing nama pemiliknya. Dalam peta google map ada beberapa yang sudah terdaftar, sementara yang belum masuk ke dalam google map juga masih ada beberapa. Ada Ingkung Mbah Demang, Ingkung Mbah Cempluk, Ingkung Gubug Bambu, Warung Ndesa, Ingkung Sor Sawo, Ingkung Kuali , Ingkung Joglo dsb. Kabarnya perintis kuliner ingkung di Pajangan ini adalah ingkung Warung NDesa.

Lalu apa bedanya ingkung pak budi ini dengan ingkung-ingkung yang lain?
Ya soal “Rasa Hotel” nya itu. Kerna Pak Budi ini kan alumni chef di hotel terkenal di Yogyakarta dengan pengalaman malang melintang di dunia memasak di hotel selama lebih kurang 29 tahun. Di spanduk yang ditempel di warung ini ada beberapa penghargaan yang telah diraih Pak Budi sebagai pengakuan ngelmu mangsaknya. Menggabungkan kuliner tradisional dengan ngelmu memangsak modern di hotel, tentu saja hasilnya menjadi unik. Dan lahirlah Kuliner Tradisional Ingkung Ayam Pak Budi.

20160817_123526

Dibuka mulai tanggal 4 Juli 2016, pas menjelang lebaran, kata om Herda sebagai strategi menangkap momen. Dan sepertinya ini strategi yang pas, di waktu banyak orang bosen amsakan rumah, tetapi tetep pengin makan enak menjelang, pada saat atau setelah lebaran, sekaligus pas liburan panjang orang-orang kota pada mudik ke Mbantul atau wisata ke Mbantul, dikipas-kipasi dengan slogan Roso Hotel Rego Ndeso.

Nah, dikendalikan rasa penasaran itulah akhirnya kusempatkan jauh-jauh ke Kuliner Tradisional Pak Budi di Pajangan, demi memenuhi nafsu untuk bersilat lidah, utawa keplek ilat, harapannya agar orgasmus ilatus alias memuncakkan kepuasan lidah.

Berangkat jam 9 lewat, kalo menurut peta gugel jaraknya hanya 27 km lewat ringroad barat. 48 menit waktu tempuh. Paling gampang kalau dari ringroad barat, setelah tikungan selatan, lampu merah pertama ke kanan, ke arah jl. goa selarong, mengikuti jalan goa selarong-pajangan.
Kalau liwatnya jalan bantul, pas prapatan sebelum masjid agung bantul belok ke barat ke arah goa selarong, nanti ketemu juga jl. goa selarong-pajangan.

https://goo.gl/maps/vzJnY4cyze32

Sampai di lokasi jam 11 siang, pas jam buka warung ingkung Pak Budi. Tempatnya adem karena sekitarnya masih sawah-sawah dan pas lagi hijau-hijaunya juga. Di seberang jalan depan warung sawah dan jajaran pohon kelapa, baru rumah-rumah penduduk. di belakang warung juga sama, sawah-sawah, pohonan, baru rumah-rumah penduduk. Setelah duduk sejenak, langsung order menu ingkung ayam dan ingkung bebek presto, plus tempe garit, nasinya nasi uduk/gurih. Sengaja pesan dua menu utama, ayam dan bebek kerna pengin mencoba.

20160716_114222

Semula, agak terasa gimana gitu, apa mungkin habis dua ingkung utuh begitu. Tapi ternyata setelah hidangan datang, kemudian mulai menyuwir-nyuwir potong demi potong, nggak terasa, habis juga…. Jadi inilah yang namanya orgasmus ilatus. Berempat dewasa menghabiskan dua ingkung, plus tempe garit dua piring. Plus nasi dua bakul bambu.

20160817_123837

Ini bisa terjadi karena memang lidah nggak mau berhenti menikmati potongan-potongan daging ingkung yang menggoda rasa. Tangan seperti nggak mau berhenti mencowel lagi dan lagi. Menurutku bisa menghabiskan dua ingkung ini karena rasanya memang lain, lebih ringan dan tidak terlalu asin hingga cocok juga untuk digado tanpa nasi. Ayam ingkungnya empuk dan lumer di mulut jika dicelupkan dalam kuah arehnya yang gurih. Rasa daging ayam kampungnya makin kuat. Tidak ada rasa neg atau mual kerna kebanyakan bumbu, dan tidak ada rasa cepat kenyang. Ditambah lagi asesoris pendukungnya yang pass banget, oseng daun kates, krecek, sambel tomat mateng, plus sambel bawang josss. Selain ingkung ayam juga ingkung bebek presto yang disajikan ternyata empuk sekali dagingnya dan rasanya tidak amis.

20160817_120726

Melihat Proses Mangsak ingkungnya bener bener bikin laperrr duluan.

Besok tujuhbelasan pengin nyuba lagi ah, upacara tujuhbelas ngingkung di Kuliner tradisional Pak Budi Pajangan.

Lokasi Ingkung Pak Budi

20160817_111724
Jl Pajangan Srandakan
Pajangan Bantul

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someonePin on PinterestPrint this page

Leave a Reply