• Candi Plaosan

    Candi Plaosan Lor. Candi induk

    Candi Plaosan salah satu  penanda kebudayaan Medang atau Jawa Kuno. Pada jaman itu sudah ada 120 jenis profesi atau pekerjaan di jaman mesdang yang dibayar oleh kerajaan.  Mereka membantu raja dalam mengelola kerajaan. Dibayar dengan tanah lungguh Raja memiliki macam-macam hak Raja . Membangun candi adalah salah satu hak raja. Hak Anugraha adalah hak raja untuk memberi anugerah.  Sima adalah anugerah raja untuk candi, berupa tanah. Di sekitar Candi Plaosan ini ada 5 jenis perkebunan besar, dengan melihat dari hasil penggalian dan penelitian area  di sekitar ini.  Tebu,  tembakau, dll. Sekarang perkebunan-perkebunan tersebut sudah tidak ada, berganti dengan sawah, atau rumah-rumah

    [Read More...]
  • Thengkleng Gajah

    Thengkleng Goreng

    Disebut thengkleng gajah karna porsinya segedhe gajah, satenya, thengklengnya, tongsengnya. Dan kalau dilihat dari ukuran tulangnya, ini sepertinya kambingnya juga segedhe gajah. Tapi masakannya lumayan enak, meski karena ini kambing gajah, jadinya agak liat untuk daging dan thengklengnya. Wajarlah. Favorit saya thengkleng gajah goreng. Bumbunya kental dan hangat. Rempahnya terasa seperti aroma lada hitam, membuat efek yang makin hangat ke badan. badan.Karna dagingnya kambing gajah, ya perlu seni tersendiri untuk mbrakoti sampe lepas dari tulang.  Kegiatan mbrakoti itulah asyiknya makan thengkleng gajah. Tongsengnya menurut saya kebanyakan kunyit. Saya masih lebih suka tongsengnya pak yono wetan desa. Satenya memuaskan sekali porsinya,

    [Read More...]
  • Kerajinan Batok Kelapa

    p_20160129_082210

    Kerajinan batok kelapa produksi UKM Gunung Kidul.  Macam macam bentuknya.  Ada yang bentuk binatang, boneka, mangkok, dan lain lain.    

    [Read More...]
  • Pecel

    p_20160315_152737

    #sinaubasajawa Pecel adalah makanan tradisional khas daerah jawa. utamanya jawa tengah dan jawa timur. macam-macam variasi sajian dan asal daerah, ada pecel mediun, pecel solo, pecel mblitar, pecel malang dsb. ada juga pecel mbang turi, pecel kecombrang. yang agak serupa dengan pecel ini ada juga namanya lotek, gado-gado, karedok. Pecel sendiri asal muasal aslinya dari mana belum diketahui. barangkali sejak jaman majapahit atau malah sejak jaman jawa kuno sudah ada. karna kalau diurai pembentuk katanya, pecel itu berasal dari PA dipepet, CA dipepet, dan LA dipangku. dibaca pecel. kalau nglegena alias tanpa sandhangan dibacanya PACALA. PACALA ini kalau ditelusuri lebih

    [Read More...]
  • Desa Wisata Jelok

    p_20160129_103255

    It is not fine dining, my friend. There is no table manner, no plating. Jadi ini memang bukan cara makan edi peni, yang penuh dengan tata cara dan tata meja. Tapi ini cara makan ndesa, jan ndesa tenan. Makan di meja dan bangku kayu, di dalam kandang sapi, di tengah-tengah sawah hijau nan asri. Setelah kamu keluar dari jalan utama Yogya-Wonosari, yang kamu temui adalah bentangan sawah hijau nan asri, di kiri maupun kanan jalan. Dan sawah lagi. Tanaman pohon pisang, jagung, dan kalanjana [rumput gajah]. Jalan masuk ke desa wisata Jelok,  penandanya adalah jalan semen, belok kiri setelah 2

    [Read More...]
  • Ingkung Pak Budi

    20160817_111711

    Ini satu hutang tulisan yang saya janjikan ke Om Herda yang punya ayam ingkung Pak Budi. Marketing Gimmick dari Ayam ingkung kuliner tradisional Pak Budi adalah “Roso Hotel Rego Ndeso (Rasa Hotel Harga Desa)”. Sepertinya Pajangan merupakan salah satu pusat kuliner ingkung. Begitu mulai masuk ke wilayah Pajangan selepas dari Selarong, di kiri kanan jalan ada petunjuk arah, ingkung , ayam ingkung, kuliner ingkung, dengan merk masing-masing nama pemiliknya. Dalam peta google map ada beberapa yang sudah terdaftar, sementara yang belum masuk ke dalam google map juga masih ada beberapa. Ada Ingkung Mbah Demang, Ingkung Mbah Cempluk, Ingkung Gubug Bambu,

    [Read More...]
  • Sagon : Penganan tradisional

    p_20160828_110856_hdr

    Is it Saigon? No, bukan, ini bukan Saigon tetapi Sagon, penganan tradisionil daripada Ngayogyakarta Hadiningrat. Saya kira ini penganan sudah banished, lenyap ditelan bumi, ternyata masih eksis. Awalnya dikasih dari bos saya Pak Eka. dikasih ancer2nya. di jalan wonosari km 7. Sebelum prapatan Wiyoro. Tadi waktu liwat sana njuk miling-miling akhirnya ketemu ini warung yang jual. Bahagia berbunga-bunga seruap menemu mutiara yang hilang. Lebih lagi yang jual gadis cantik manis nan eksotik khas gadis ningrat ngayogyakarta, lembut ayu begitu. Ada bapaknya lagi. Sempat dibisiki jin sebelah kiri saya untuk meminang ini gadis. Untung aku nggak jadi nembung. Kerna tentu saja tujuan

    [Read More...]